7 Pemeriksaan Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Secara Rutin

Irwin Andriyanto

Banyak masalah kesehatan tidak langsung menimbulkan gejala yang terasa. Seseorang bisa saja memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang mulai naik, atau bahkan gigi berlubang, tanpa menyadarinya sampai kondisinya berkembang lebih jauh.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu cara untuk mendeteksi faktor risiko atau penyakit sejak tahap awal. Lantas, apa saja pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan secara rutin? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Rekomendasi Pemeriksaan Kesehatan yang Sebaiknya Dilakukan Secara Rutin

Tenaga kesehatan memeriksa tekanan darah pasien dewasa di klinik.
Tenaga kesehatan memeriksa tekanan darah pasien dewasa di klinik.

Pemeriksaan rutin bukan berarti semua orang harus menjalani seluruh jenis tes dengan frekuensi yang sama. Jenis dan interval pemeriksaan biasanya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, faktor risiko, hingga rekomendasi tenaga kesehatan yang menangani. Berikut tujuh jenis pemeriksaan kesehatan yang sebaiknya dilakukan secara berkala.

1. Pemeriksaan Tekanan Darah

Tekanan darah tinggi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah muncul komplikasi. Pemeriksaan tekanan darah adalah cara sederhana untuk mendeteksi hipertensi sejak dini.

Bila dibiarkan tidak terkontrol, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung. Skrining ini umumnya direkomendasikan bagi orang dewasa, meski frekuensinya dapat berbeda tergantung usia dan faktor risiko masing-masing individu.

2. Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan gula darah membantu mengetahui apakah kadar gula dalam tubuh berada pada rentang normal dan dapat menjadi bagian dari skrining diabetes. Risiko diabetes sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  • Usia.
  • Berat badan.
  • Pola makan.
  • Tingkat aktivitas fisik.
  • Riwayat keluarga.

Pemeriksaan ini umumnya masuk dalam paket skrining kesehatan dewasa, dengan kebutuhan dan frekuensi yang disesuaikan dengan kondisi serta faktor risiko masing-masing orang. Untuk mengetahui kapan kalian perlu menjalani pemeriksaan gula darah, konsultasikan secara langsung dengan dokter.

3. Pemeriksaan Kolesterol

Kolesterol merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Pemeriksaan kolesterol dapat membantu mengetahui profil lipid seseorang, tetapi hasilnya perlu dilihat bersama faktor risiko lain, bukan berdiri sendiri. Pemeriksaan berkala memungkinkan seseorang mengetahui perubahan kondisi kesehatannya dari waktu ke waktu sehingga langkah pencegahan bisa diambil lebih awal jika diperlukan.

4. Pemeriksaan Mata dan Penglihatan

Gangguan penglihatan dapat berkembang secara perlahan tanpa disadari, terutama pada kondisi mata tertentu yang belum menimbulkan keluhan berarti. Pemeriksaan mata secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan penglihatan maupun masalah kesehatan mata sejak dini sehingga penanganan dapat diberikan sesuai kondisi.

Pemeriksaan dapat meliputi penilaian ketajaman penglihatan dan pemeriksaan struktur mata, sesuai kebutuhan. Namun, tidak semua orang membutuhkan jenis pemeriksaan mata yang sama. Kebutuhannya dapat dipengaruhi oleh usia, keluhan yang dirasakan, penggunaan kacamata atau lensa kontak, penyakit tertentu, riwayat kesehatan, serta faktor risiko lainnya.

5. Pemeriksaan Kanker Sesuai Usia dan Faktor Risiko

Skrining kanker berbeda-beda tergantung pada jenis kankernya, dan tidak semua orang perlu menjalani seluruh jenis skrining yang ada. Beberapa contoh pemeriksaan yang umum direkomendasikan antara lain:

  • Skrining kanker payudara (mammografi).
  • Skrining kanker serviks.
  • Skrining kanker kolorektal.
  • Skrining kanker paru pada kelompok yang berisiko tinggi.

Rekomendasi mengenai kapan dan seberapa sering pemeriksaan ini dilakukan biasanya disesuaikan dengan usia dan faktor risiko masing-masing individu, bukan berdasarkan jadwal yang sama untuk semua orang. Kondisi kesehatan, riwayat penyakit, keluhan yang dirasakan, serta hasil pemeriksaan sebelumnya juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu pemeriksaan berikutnya.

6. Pemeriksaan Gigi dan Mulut

Pemeriksaan gigi idealnya tidak hanya dilakukan ketika muncul rasa sakit. Pemeriksaan berkala dapat membantu menemukan berbagai masalah sejak awal, seperti karies, masalah gusi, gigi berlubang, gigi yang rusak, atau kondisi lain yang belum menimbulkan gejala sama sekali. Banyak penyakit gigi dan mulut sebenarnya dapat dicegah dan ditangani lebih mudah jika terdeteksi pada tahap awal.

Melalui pemeriksaan rutin, dokter gigi dapat menilai kondisi gigi dan mulut secara menyeluruh, sekaligus menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan. Salah satu pemeriksaan penunjang yang mungkin direkomendasikan setelah pemeriksaan klinis adalah rontgen gigi.

Rontgen gigi membantu dokter melihat struktur atau masalah yang tidak selalu terlihat dari pemeriksaan langsung, misalnya kondisi akar gigi, tulang rahang, atau gigi yang masih berada di dalam gusi. Meski bermanfaat, prosedur ini tidak perlu dilakukan pada setiap kunjungan. Kebutuhannya ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan klinis, usia pasien, kondisi kesehatan mulut, tingkat risiko penyakit, serta gejala yang dialami.

7. Pemeriksaan Gigi Bungsu

Gigi bungsu, atau molar ketiga, biasanya mulai tumbuh pada akhir masa remaja hingga awal usia dewasa. Tidak semua gigi bungsu bermasalah dan harus dicabut karena banyak yang tumbuh normal dan tidak menimbulkan keluhan.

Masalah biasanya muncul jika gigi tumbuh miring, terjebak di bawah gusi, atau tidak memiliki cukup ruang untuk tumbuh sempurna. Kondisi ini, yang dikenal sebagai impaksi, dapat dikaitkan dengan nyeri, infeksi gusi, makanan yang mudah tersangkut, karies, penyakit gusi, kista, hingga kerusakan pada gigi di sebelahnya.

Tindakan cabut gigi bungsu umumnya dipertimbangkan jika ditemukan kondisi, seperti infeksi yang berulang, karies yang sulit ditangani, kerusakan pada gigi di sebelahnya, adanya kista atau kondisi patologis tertentu, atau posisi gigi yang berisiko menimbulkan masalah berdasarkan hasil evaluasi dokter. Penting dipahami bahwa tidak setiap gigi bungsu yang tumbuh miring atau impaksi otomatis harus dicabut (odontektomi). Gigi bungsu yang tidak menimbulkan keluhan bisa saja dipantau secara berkala, sementara tindakan pencabutan dilakukan bila memang ada indikasi klinis yang jelas.

Mengapa Rontgen Diperlukan Sebelum Odontektomi?

Sebelum memutuskan pencabutan gigi bungsu, rontgen gigi biasanya diperlukan untuk mengetahui posisi dan arah tumbuh gigi tersebut, termasuk hubungannya dengan struktur di sekitarnya, seperti saraf dan gigi tetangga. Pada beberapa kasus, terutama gigi bungsu bawah yang posisinya dekat dengan saraf, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan tambahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail sebelum tindakan dilakukan.

Jangan Menunggu Gejala Muncul untuk Memeriksakan Kesehatan!

Pemeriksaan kesehatan rutin bukan berarti menjalani semua jenis tes secara berulang tanpa indikasi yang jelas. Justru, pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, termasuk untuk kesehatan gigi dan mulut.

Jangan menunggu sampai muncul sakit gigi atau pembengkakan untuk memeriksakan diri. Pemeriksaan gigi secara berkala membantu dokter menemukan masalah lebih awal dan menentukan apakah dibutuhkan pemeriksaan tambahan, seperti rontgen gigi atau tindakan tertentu seperti cabut gigi bungsu.

Sudah lama tidak memeriksakan kondisi gigi dan mulut? Konsultasikan kondisi gigi kalian dengan dokter gigi di AUDY Dental untuk mengetahui pemeriksaan dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan. AUDY Dental menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara berkala dan komprehensif. Dengan begitu, kondisi kesehatan gigi dan mulut kalian bisa tetap terjaga.

Referensi:

  • https://ayosehat.kemkes.go.id/cek-kesehatan-gratis
  • https://www.halodoc.com/artikel/10-tes-kesehatan-yang-sebaiknya-dilakukan-setahun-sekali?srsltid=AfmBOoqSDISWoSECBFT5Wy-ZnJ8DAM4vsZaq4dVfx7W9uNVMAuQKq7ZO
  • https://primecareclinic.co.id/2024/10/09/7-tes-kesehatan-rutin-yang-dianjurkan-untuk-wanita/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/22119-wisdom-teeth-removal
  • https://www.nhs.uk/tests-and-treatments/wisdom-tooth-removal
  • https://www.ekahospital.com/better-healths/rontgen-gigi-tujuan-prosedur-dan-efek-samping

Irwin Andriyanto

Irwin Andriyanto adalah penulis yang berfokus pada artikel informatif, terstruktur, dan berbasis referensi. Ia terbiasa menulis konten yang dirancang agar mudah dipahami, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca.

Related Post

Tinggalkan komentar