Pengertian dan Cara Menghitung Lama Siklus Haid

Cara Menghitung Lama Siklus Haid

Menstruasi atau haid adalah sebuah proses alami peluruhan dinding rahim yang terjadi ketika sel telur wanita tidak dibuahi. Dilansir dari CharmGirlsTalk, Menstruasi ditandai oleh keluarnya darah dari vagina setiap bulannya.

Siklus haid secara alami terjadi pada perempuan sebagai proses bagi organ reproduksi wanita dalam mempersiapkan kehamilan. Periode siklus ini akan berbeda pada setiap wanita. Periode haid dimulai ketika wanita sudah memasuki usia pubertas, yakni antara umur 12-15 tahun.

Untuk lebih memahami siklus dan cara menghitungnya, yuk simak penjelasan berikut ini.

Apa itu Siklus Haid?

Siklus haid merupakan proses menstruasi yang dapat dihitung mulai dari hari pertama haid hingga hari pertama pada periode haid berikutnya. Secara umum, siklus ini terjadi selama 25 hingga 35 hari, dan bisa jadi lebih cepat atau lebih lama tergantung kondisi kesehatan Anda.

Siklus ini setiap wanita pun bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan, dan beberapa faktor lainnya yang bisa mempengaruhi siklus haid. Menghitung siklus ini cukup penting untuk mengenali apakah organ reproduksi Anda sehat atau tidak.

Cara Menghitung Lama Siklus Haid

Cara Menghitung Lama Siklus Haid

Menghitung siklus haid cukup penting dilakukan untuk mengetahui apakah siklus Anda normal atau tidak. Terutama untuk Anda yang ingin mendapatkan keturunan, menghitung siklus penting untuk mengetahui masa subur Anda.

Cara menghitung siklus haid bisa dilakukan secara manual hingga menggunakan bantuan aplikasi.

1. Hitung Manual

Menghitung siklus haid Anda cukup mudah dilakukan secara manual, yakni dengan mencatat siklus selama minimal 3 periode haid terakhir, lalu hitung rata-rata siklusnya.

Misalnya, Bulan Mei Anda haid tanggal 7, lalu mulai haid lagi tanggal 3 Juni, artinya siklus haid Anda saat itu 28 hari. Lakukan perhitungan ini selama 3 periode haid berikutnya. Kemudian jumlah ketiga siklus tersebut dan bagi tiga, hasilnya merupakan perkiraan siklus haid Anda.

2. Kalender Siklus Haid

Salah satu cara menghitung lama jadwal haid adalah dengan menggunakan kalender siklus haid. Kalender ini bisa Anda unduh secara online, kemudian dicetak. Setelah itu Anda bisa membuat tanda atau mencatat ketika haid datang.

Terus lakukan pencatatan waktu haid Anda setiap periodenya, sampai Anda bisa memahami siklus Anda sendiri. Selain itu, jangan lupa untuk mencatat juga setiap perubahan yang Anda rasakan pada tubuh Anda.

3. Aplikasi Penghitung Siklus Haid

Cara menghitung lama siklus Anda yang lebih mudah lagi adalah dengan menggunakan aplikasi kalkulator siklus haid. Melalui aplikasi seluler tersebut Anda bisa mencatat setiap periode menstruasi Anda setiap bulannya.

Selanjutnya aplikasi dapat mengestimasi kapan periode haid Anda berikutnya akan dimulai.

Siklus Haid Tidak Teratur

Siklus haid yang normal adalah antara 25 sampai 35 hari, dan rata-rata siklus haid normal terjadi setiap 28 hari. Namun untuk kondisi tertentu, ada wanita yang memiliki siklus tidak teratur, lebih pendek dari 25 hari atau lebih lama dari 35 hari.

Hal ini perlu menjadi perhatian khusus, walaupun tidak perlu panik menghadapinya, tetapi apabila siklus Anda tidak teratur diiringi dengan gejala lainnya, ada baiknya untuk konsultasikan ke dokter.

Biasanya dokter akan memberikan obat untuk melancarkan haid. Beberapa obat ini mengandung hormon yang membantu melancarkan haid. Misalnya Medroxyprogesterone, Tranexamic acid, dan Ethinyl Estradiol.

Namun perlu dicatat, obat untuk siklus tidak teratur ini harus berdasarkan resep dokter dan tidak boleh dibeli dan dikonsumsi sembarangan

Selain itu, bagi ibu yang baru melahirkan, biasanya akan mengalami haid lagi sekitar 6-8 bulan setelah melahirkan. Bahkan bisa mencapai 1 tahun setelah melahirkan. Namun, terdapat beberapa kasus siklus haid setelah melahirkan tidak normal lagi.

Sebenarnya siklus setelah melahirkan yang tidak teratur ini cukup normal, karena saat hamil hingga melahirkan, kondisi tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan, terutama perubahan hormon yang mempengaruhi organ reproduksi Anda.

Tidak hanya pengaruh kesehatan dan kondisi hamil atau melahirkan, konsumsi pil KB juga bisa membuat siklus haid Anda jadi tidak teratur. Mengonsumsi pil KB akan merubah kondisi hormon dalam tubuh Anda, sehingga mempengaruhi siklus haid.

Setelah berhenti mengonsumsi pil KB pun, siklus Anda mungkin tidak langsung kembali normal, perlu beberapa waktu bahkan hingga beberapa bulan untuk menormalkan kembali siklus Anda. Untuk itu, perlu berhati-hati dalam mengonsumsi pil KB.

Haid adalah hal yang normal untuk setiap wanita yang sehat. Jangan lupa untuk selalu memantau siklus haid Anda. Apabila terdapat gejala-gejala yang tidak biasanya Anda rasakan, jangan ragu untuk menghubungi dan konsultasikan dengan dokter. Salam sehat.

You May Also Like

About the Author: Irwin Andriyanto

Seorang yang #MengakuBlogger tertarik pada ilmu Digital Marketing mulai dari SEO, SEM hingga Content Writing.